Halaman

    Social Items

CahayaInformasi.com - Kabar duka datang dari ayah penyanyi dangdut ternama Dewi PerssikMochammad Aidil.
Ayah Dewi PerssikMochammad Aidil dikabarkan meninggal dunia pada hari ini, Minggu (9/6/2019).
Ayah Dewi PerssikMochammad Aidil dikabarkan meninggal dunia setelah 2 bulan lebih menjalani perawatan di Rumah Sakit MRCC Siloam, Semanggi, Jakarta Selatan.

Baca Juga: 

Kabar meninggalnya ayahanda Dewi Perssik ini diketahui pertama kali dari postingan sebuah pemlik akun Instagram dengan username @santimilani.

Akun Instagram dengan username @santimilani ini mengabarkan kabar duka ini melalui postingan Insta Story pada Minggu (9/6/2019) sekitar pukul 15.00 WIB.
Dalam postingan tersebut, pemilik akun @santimilani menuliskan kabar duka kepergian ayahanda Dewi Perssik.

Baca Juga: 

Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan kesedihannya terhadap kepergian ayah sang pelantun lagu Mimpi Manis itu.
Selamat jalan papine... doa kami akan selalu menyertaimu... kebaikanmu akan selalu kami kenang... Allah sayang papine," tulis Santi dalam Instagram Story.

Seolah membenarkan kabar yang disebarkan oleh akun Instagram @santimilani, akun Instagram dengan user @andreandrianto_andre juga mengabarkan hal yang sama.

Baca Juga: 

Dalam postingannya, pria pemilik nama Andre Andrianto ini mengungkapkan turut berduka atas kepergian ayahanda Dewi Perssik.

Kabar meninggal dunianya ayahanda Dewi Perssik.
Instagram/@santimilani dan @andreandrianto_andre
Kabar duka yang sama juga disebarkan oleh seorang makeup artist ternama, Donny Karyadi melalui akun Instagramnya, @donnykaryadi.

Dilansir dari akun Instagram @donnykaryadi, MUA ternama ini turut mengungkapkan perasaan berdukanya atas kepergian ayahanda Dewi Perssik.

Baca Juga: 

Ia juga meminta publik untuk memafkan segala kesalahan yang pernah dilakukan almarhum secara sengaja maupun tidak.
Terlepas dari kesedihan yang menimpa keluarga Dewi Perssik, Donny Karyadi berharap keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kepergian sang ayahanda.

Sebelumnya ayahanda Dewi dirawat di Rumah Sakit MRCCC Siloam, Semanggi, Jakarta Pusat, karena penyakit komplikasi kencing manis, paru paru.

Baca Juga:

Diketahui dari berita CahayaInformasi.com sebelumnya, Dewi selalu mengunggah kondisi sang ayah yang tengah di rawat di rumah sakit di akun Instagram miliknya.
Bahkan hingga tadi pagi, Dewi Perssik masih sempat mengunggah kondisi terakhir sang ayah sebelum pada akhirnya dikabarkan meninggal dunia.

Sampai berita ini ditayangkan baik dari pihak keluarga maupun Dewi Perssik sendiri belum memberikan konfirmasi kebenaran terkait kabar meninggalnya sang ayah.

Baca Juga: 

Baca Juga: 


Ayah Dewi Perssik, Mochammad Aidil Dikabarkan Meninggal Dunia, Karena Menderita Komplikasi Diabetes


Cahayainformasi.com - Setelah berjuang keras melawan kanker darah yang dideritanya selama 4 bulan, Ani Yudhoyono akhirnya meninggal dunia pada 1 Juni lalu.
Kehilangan istri tercinta membuat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarga merasakan kesedihan yang mendalam.
Meski sedih SBY mengundang Anji Manji untuk dapat mendengarkan ceritanya mengenai mendiang Ani Yudhoyono.
Cerita ini nantinya akan dibuat Anji menjadi sebuah lagu.

Baca Juga :



Hal ini diketahui lewat unggahan instagram Anji @duniamanji pada Jumat (6/6).

Anji Manji bersama keluarga SBY
instagram/duniamanji
Anji Manji bersama keluarga SBY

Dalam unggahan tersebut Anji menunjukkan dirinya berfoto dengan istrinya Wina Natalia, SBY, Agus Harimurti Yudhoyono, Annisa Pohan, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Aliya Rajasa Baskoro Yudhoyono.
Foto tersebut di ambil di kediaman SBY di Cikeas.
"Malam ini diundang khusus Pak SBY untuk mendengarkan suara dari perasaannya pada Almarhumah Ibu @aniyudhoyono,"tulis Anji.

"Suara yang nantinya insya Allah akan saya suarakan. Bismillah," lanjutnya.
Sebelumnya Anji juga menyampaikan lewat Insta Storynya bahwa dirinya mendapat mandat untuk membut lagu.
Lagu ini akan bercerita tentang curahan hati SBY dengan sang mendiang istri Ani Yudhoyono.

"Mendapat sebuah mandat sebuah mandat untuk menyampaikan isi hati beliau melalui nada-nada. Bismillah," tulis Anji.

Baca Juga: 

Anji Manji dapat mandat menulis lagu dari SBY
Instagram Anji Manji
Anji Manji dapat mandat menulis lagu dari SBY

Anji Dapat Mandat Khusus Oleh SBY Buatkan Lagu Untuk Sang Istri, Ibu Ani Yudoyono, Anji: Akan Saya Suarakan, Bismillah

(Cahayainformasi.com)Five teenagers have been arrested in connection with a homophobic attack on two women on a London bus that prompted widespread condemnation in the UK.
The attack took place on a night bus on May 30 as the couple, Melania Geymonat and her partner Chris, were traveling home from an evening out together.
Geymonat posted a photograph on Facebook of the aftermath of the attack, showing the pair sitting on the bus, covered in blood.
    In the accompanying account of the attack, in English and Spanish, Geymonat said that at least four men began harassing the couple when they saw them kissing. The group made lewd comments, demanded that they kiss and eventually assaulted and robbed them, Geymonat said.
    "They started behaving like hooligans, demanding that we kissed so they could enjoy watching, calling us 'lesbians' and describing sexual positions," she wrote.
    Geymonat said she started making jokes in an attempt to defuse the situation. But the men "kept on harassing us, throwing us coins and becoming more enthusiastic about it."
    "The next thing I know is that Chris is in the middle of the bus fighting with them," Geymonat said. "On an impulse, I went over there only to find her face bleeding and three of them beating her up. The next thing I know is I'm being punched."
    Geymonat told CahayaInformasi.com Friday night that it was "not the first time in my life I have felt violated, even though it is the first time my nose has been broken."
    She said she felt angry at the situation but is "thankful it didn't go worse," adding that she will have a small procedure next week to fix her broken nose.
    The Metropolitan Police said four males, aged between 15 and 18, had been arrested on suspicion of robbery and causing grievous bodily harm. Detective Superintendent Andy Cox said inquires were continuing into the "disgusting" assault. "Lots of people will understandably be outraged by this attack," he said in a statement. "Our efforts to trace all the suspects involved and bring them in for questioning will be relentless."
    The Metropolitan Police confirmed on Saturday that a 16-year-old boy was arrested on Saturday.
    London's mayor, Sadiq Khan, condemned the incident, saying it was a "disgusting, misogynistic attack." He wrote on Twitter: "Hate crimes against the LGBT+ community will not be tolerated in London."
    The Prime Minister, Theresa May, joined the condemnation. "This was a sickening attack and my thoughts are with the couple affected. Nobody should ever have to hide who they are or who they love and we must work together to eradicate unacceptable violence towards the LGBT community."
    Geymonat told CahayaInformasi.com that she told her story on Facebook to raise awareness and that in the aftermath, found out that many of her friends had been harassed because of their sexuality.
    "I found out many gay friends have been beaten up because they were gay and many women friends are feeling harassed because they are sitting in a bar with a friend and harassed by men," she said.
    "Or, in my case, if I am with someone I am dating [and] someone comes to talk to us [and] I say I am dating her, they say, 'Oh you should kiss because I don't believe you.' It is [a] kind of entertainment."
    In her Facebook post, Geymonat, a flight attendant originally from Uruguay, expressed concern that it took the release of shocking photographs of violence against women to prompt a public response.
    "I haven't been able to go back to work, but what upsets me the most is that VIOLENCE HAS BECOME A COMMON THING, that sometimes it's necessary to see a woman bleeding after having been punched to feel some kind of impact," she said.
      "We have to endure verbal harassment AND CHAUVINIST, MISOGYNISTIC AND HOMOPHOBIC VIOLENCE because when you stand up for yourself s**t like this happens."
      CORRECTION: Previous versions of this article contained misspellings of Melania Geymonat's last name.

      Lesbian couple viciously beaten in homophobic attack on London bus


      Jakarta - Rumah seorang PNS di Pancoranmas Depok, Budianto, dibobol maling saat ditinggal mudik. Uang senilai Rp 1,2 miliar hingga 9 sertifikat rumah dan tanah raib.

      Budianto bersama keluarga pulang ke Ciamis, Jawa Barat pada Senin (3/6). Rumah saat itu hanya dihuni kakak korban, Alex, dan ibu korban, Waningsin.

      "Selanjutnya pada hari Kamis, tanggal 5 Juni 2019, kakak dan ibu kandung korban pergi ke Tegal dan rumah dalam keadaan terkunci," kata Kasat Reskrim Polres Depok Kompol Deddy Kurniawan lewat keterangannya, Jumat (7/6/2019).

      Budianto kembali ke rumah pada pukul 03.00 WIB tadi. Budianto diberi tahu oleh Ketua RW, Haidar, bahwa pintu rumahnya terbuka.

      "Selanjutnya, setelah korban datang, kemudian masuk ke dalam rumah, keadaan rumah sudah berantakan dan brankas tempat penyimpanan barang berharga sudah tidak ada, yang selanjutnya korban melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian," ujar Deddy.

      Sejumlah barang berharga korban digondol maling, antara lain 9 sertifikat rumah dan tanah, 2 BPKB mobil, 3 BPKB sepeda motor, 2 laptop, uang Rp 1,2 M, 8 buku tabungan, 2 kotak perhiasan, 3 unit ponsel, 21 jam tangan, 2 pasang sepatu, 4 kartu BPJS, 2 buah kartu pegawai, dan satu buah kartu istri.

      Tim Polres Depok sudah melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pencurian itu. Pelaku masih diburu polisi.

      "Terlapor masih dalam penyelidikan," ujar Deddy. 

      Rumah di Depok Dibobol Maling, Rp 1,2 Miliar-9 Sertifikat Tanah Raib

      CahayaInformasi.com – Diduga karena rem mengalami blong, sebuah Bus Antar Kota dalam Propinsi (AKDP) Jaya Utama Indo dengan nomor polisi L 7502 UV menyerduk sebuah warung bakso didalam Rumah Toko (Ruko) tempat yang juga terdapat konter Handphone dan Cafe di Jalan Raya Kalitidu, Bojonegoro, tepatnya depan Pasar Kalitidu. Sabtu (8/6/19).
      Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 07.45 Wib ini berasal daru Bus yang melaju dari arah timur menuju ke Barat dan diduga bus menghindari kendaraan sepeda motor didepannya, dan kemudian pengemudi bus mengambil jalur kiri dan ternyata rem diduga blong sehingga menghantam ruko yang bersebalahan dengan minimarket tersebut. Seperti yang dituturkan Angga, salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.
      “Bus dari arah timur langsung menabrak penjual bakso, sebelumnya seperti berbelok menghindari Kendaraan didepannya,” jelas Angga.

      Tampak pula dua sepeda motor juga mengalami kerusakan akibat ditabrak oleh Bus tersebut. Bus jurusan Surabaya Cepu ini mengalami kerusakan yang parah pada bagian depan akibat menabrak bangunan ruko.
      Sejumlah penumpang yang berada didalam bus kemudian turun dan merasa shock akibat kejadian tersebut, karena mereka tidak menduga akan mengalami kecelakaan dan bus yang mereka tumpangi menabrak bangunan warung.
      Tidak ada korban jiwa dalam insiden kecelakaan tersebut, namun pengemudi Bus langsung diamankan oleh pihak kepolisian intuk dimintai keterangan akibat kecelakaan yang juga mengakibatkan kerusakan ruko yang digunakan untuk Cafe, penjual Bakso dna konter.
      Hingga saat ini petugas Unit Laka Satuan Lalu lintas Polres Bojonegoro masih berada dilokasi untuk melakukan pendataan dan meminta keterangan sejumlah saksi. Sementara tampak petugas Polisi yang lain melakukan pengaturan lalu lintas karena kondisi kemacetan terjadi akibat kecelakaan bus tersebut.

      Bus Jurusan Cepu Nabrak Warung Bakso di Kalitidu


      Tak ada sumur di masjid membuat warga di tiga desa TTS NTT mengambil air wudhu dari sumur gereja di sekitar sana. Saat kemarau tiba, warga harus membeli air.

      Di Masjid Al Furqan, jamaah dari 3 desa, yaitu Desa Kiufatu, Desa Nunusunu 1, dan Desa Nunusunu 2 di Kec. Amanuban Selatan, Kab. Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT) biasa beribadah berjamaah. Selain digunakan beribadah jamaah, masjid juga selalu ramai karena digunakan untuk mengaji puluhan anak di sekitar sana.

      Meski masjidnya selalu ramai, jamaah Masjid Al Furqan mengalami kendala akses air untuk berwudhu dan kebutuhan lainnya. Saat musim hujan tiba, warga mengambil air yang ada di sekitar dusun menggunakan pipa.


      Mereka harus membeli air yang dihargai Rp 100.000 per pick up. Selain itu, warga juga membeli air di gereja dengan ikut membayar iuran listriknya.

      Setiap musim kemarau tiba, warga selalu resah karena mereka kesulitan mendapatkan air. Warga ingin sekali masjidnya memiliki sumur bor sendiri, dengan begitu mereka tidak perlu membeli air lagi.



      Untuk membangun sumur bor di masjid mereka, warga memerlukan biaya yang sangat banyak. Mayoritas warga yang hanya memiliki penghasilan dari bertani harus mengumpulkan uang sangat lama sampai bisa membangun sumur bor.

      Sebentar lagi musim kemarau segera tiba. Ayo bantu warga tiga desa di TTS untuk membangun sumur bor supaya ibadah mereka jadi lebih mudah!

      Anda dapat membantu dengan membagikan sebagian kelebihan Anda. Bantuanmu akan sangat berarti bagi warga.


      Insan Bumi Mandiri
      (022) 205 251 84
      Komplek Setra Dago
      Jl.Setra Dago Barat No.25 Antapani, Bandung

      Kantor Cabang Insan Bumi Mandiri NTT
      Mekar Indah RT.001/RW.006 Kelurahan Kalabahi Timur
      Teluk Mutiara, Kab. Alor, Nusa Tenggara Timur

      SUMUR BOR UNTUK MASJID AL FURQON, TTS NTT

      Subscribe Our Newsletter