Halaman

    Social Items

Konsep Maiyah Dan Cak Nun Tanpa Modus - Tentu awalnya yang ikut maiyahan tidak ada modus atau kepentingan, paling-paling cuman ngikut temen atau srawungan sajaJika modus diartikan kepentingan terselubung, ya memang maiyahan ada sesuatu yang penting makanya diadakan maiyahan, kalo terselubung sepertinya memang masih terselubung atau tidak dimengerti oleh kebanyakan yang ikut maiyahan jadinya muncul kata modus di maiyahan

Konsep Maiyah Dan Cak Nun Itu Natural Tanpa Modus

Konsep Maiyah Dan Cak Nun Tanpa Modus

Karena saking wingitnya atau terselubungnya kepentingan maiyah jadinya muncul penilaian bahwa maiyahan adalah forum abstrak atau nggak jelas, seperti menganggap ikut maiyahan agar dapat berkah, atau ikut maiyahan karena maiyahan adalah forum kesejatian atau forum keikhlasan

Tentu saja berkah atau ikhlas atau sejati masih sebuah konsep yang abstrak atau kurang jelas karena memang itu bahasa atau istilah arab, sedangkan kesejatian itu pemahaman jawa yang juga mengandung abstrak atau kurang mengena di pikiran kita

Sebetulnya maiyahan itu modusnya jelas, kepentingannya itu jelas, sehingga tidak bisa disebut modus, artinya datang ke maiyahan itu konsepnya jelas dan sangat nyata

Maiyah digaungkan cak nun karena cak nun merasa ada yang salah dengan reformasi, dikiranya orang-orang itu betulan ingin reformasi, ternyata sama saja dengan orba yang serakah uang dan jabatan

Maka dari itu maiyah dibangun sebagai rumah perlindungan agar orang-orang yang cinta negeri ini dengan tulus memiliki rumah besarnya, karena memang partai-partai tidak bisa dijadikan rumah bagi orang-orang yang beneran mencintai negeri ini

Gak mungkin partai diandalkan rakyat, karena nyatanya partai itu justru biang kerusakan negara ini, sumber bunuh diri negeri ini

Jadi jelas, maiyah sebagai rumah besar perlindungan bagi generasi yang tidak ingin teracuni keserakahan dunia yang bisa merusak negara dan merusak kesejahteraan rakyat Indonesia, dimana pialang-pialang atau makelar-makelar perusak negara (partai-partai) sangat nyata merusak Indonesia

Kedua, modus kedua atau kepentingan maiyahan itu sangat jelas, tuk melobi para malaikat penghancur agar tidak menghancurkan Indonesia melalui bencana-bencana alam, yang dahulu memang sangat marak aksi penghancuran nusantara, yang terbesar seperti tsunami dan banjir serta badai juga gempa bumi yang sangat bikin kacau, alam tak lagi teratur

Memang penghuni negeri ini terlalu banyak yang lupa Tuhan, terlalu banyak yang menipu atau pura-pura berTuhan, sehingga banyak dosa dan kemaksiatan merajalela di negeri ini sehingga pantas tuk diberi peringatan dengan bencana-bencana menurut penilaian para malaikat bencana

Maiyahan didirikan agar menjadi tiang penyangga negeri ini, agar berkurang bencana di negeri ini, agar cak nun memiliki dasar yang kuat tuk meminta para malaikat bencana menghentikan atau menunda bencana karena negeri ini nyatanya masih ada orang-orang yang bersedia istiqomah tiap bulan tuk berkumpul berdzikir dan bersholawat serta mendiskusikan berbagai tema pelajaran yang intinya adalah ilmu tuk menjadi manusia yang tulus dalam kebaikan

Berbagai bencana pun berhasil dilobi, ditunda, bahkan dipindahkan ke jepang yang harusnya menimpa seluruh jawa bagian selatan

Begitulah modus maiyah, menjadi rumah besar perlindungan generasi yang beneran mencintai Indonesia dan menjadi penyangga tetap tegaknya nusantara dari kehancuran alam

Karena itu pentingnya hadir secara fisik di forum maiyahan tiap bulan ya tuk dua hal tersebut

Jika soal diskusi ilmu, tentu bukan yang utama dalam konsep maiyah, kalo soal ilmu-ilmuan tentu itu wilayah embrionya maiyah yang sebelumnya bukan bernama maiyah tapi bernama universitas patang puluhan dan bernama majelis ilmu padhang mbulanan

Jika soal ilmu, tentu bisa didapat dengan baca artikelnya cak nun atau mendengarkan streamingan atau rekaman youtube, tapi bukan itu pentingnya konsep maiyah

Melainkan pentingnya tuk kehadiran secara fisik di maiyahan, meski gak mudeng dengan ilmu atau diskusi-diskusi yang mewarnai maiyahan tidaklah mengapa

Yang penting hadir di maiyahan adalah tuk bukti cinta negara ini (tidak menjadi generasi yang serakah) dan tuk ikut membantu cak nun menyangga nusantara

Konsep Maiyah Dan Cak Nun Itu Natural Tanpa Modus

Konsep Maiyah Dan Cak Nun Tanpa Modus - Tentu awalnya yang ikut maiyahan tidak ada modus atau kepentingan, paling-paling cuman ngikut temen atau srawungan sajaJika modus diartikan kepentingan terselubung, ya memang maiyahan ada sesuatu yang penting makanya diadakan maiyahan, kalo terselubung sepertinya memang masih terselubung atau tidak dimengerti oleh kebanyakan yang ikut maiyahan jadinya muncul kata modus di maiyahan

Konsep Maiyah Dan Cak Nun Itu Natural Tanpa Modus

Konsep Maiyah Dan Cak Nun Tanpa Modus

Karena saking wingitnya atau terselubungnya kepentingan maiyah jadinya muncul penilaian bahwa maiyahan adalah forum abstrak atau nggak jelas, seperti menganggap ikut maiyahan agar dapat berkah, atau ikut maiyahan karena maiyahan adalah forum kesejatian atau forum keikhlasan

Tentu saja berkah atau ikhlas atau sejati masih sebuah konsep yang abstrak atau kurang jelas karena memang itu bahasa atau istilah arab, sedangkan kesejatian itu pemahaman jawa yang juga mengandung abstrak atau kurang mengena di pikiran kita

Sebetulnya maiyahan itu modusnya jelas, kepentingannya itu jelas, sehingga tidak bisa disebut modus, artinya datang ke maiyahan itu konsepnya jelas dan sangat nyata

Maiyah digaungkan cak nun karena cak nun merasa ada yang salah dengan reformasi, dikiranya orang-orang itu betulan ingin reformasi, ternyata sama saja dengan orba yang serakah uang dan jabatan

Maka dari itu maiyah dibangun sebagai rumah perlindungan agar orang-orang yang cinta negeri ini dengan tulus memiliki rumah besarnya, karena memang partai-partai tidak bisa dijadikan rumah bagi orang-orang yang beneran mencintai negeri ini

Gak mungkin partai diandalkan rakyat, karena nyatanya partai itu justru biang kerusakan negara ini, sumber bunuh diri negeri ini

Jadi jelas, maiyah sebagai rumah besar perlindungan bagi generasi yang tidak ingin teracuni keserakahan dunia yang bisa merusak negara dan merusak kesejahteraan rakyat Indonesia, dimana pialang-pialang atau makelar-makelar perusak negara (partai-partai) sangat nyata merusak Indonesia

Kedua, modus kedua atau kepentingan maiyahan itu sangat jelas, tuk melobi para malaikat penghancur agar tidak menghancurkan Indonesia melalui bencana-bencana alam, yang dahulu memang sangat marak aksi penghancuran nusantara, yang terbesar seperti tsunami dan banjir serta badai juga gempa bumi yang sangat bikin kacau, alam tak lagi teratur

Memang penghuni negeri ini terlalu banyak yang lupa Tuhan, terlalu banyak yang menipu atau pura-pura berTuhan, sehingga banyak dosa dan kemaksiatan merajalela di negeri ini sehingga pantas tuk diberi peringatan dengan bencana-bencana menurut penilaian para malaikat bencana

Maiyahan didirikan agar menjadi tiang penyangga negeri ini, agar berkurang bencana di negeri ini, agar cak nun memiliki dasar yang kuat tuk meminta para malaikat bencana menghentikan atau menunda bencana karena negeri ini nyatanya masih ada orang-orang yang bersedia istiqomah tiap bulan tuk berkumpul berdzikir dan bersholawat serta mendiskusikan berbagai tema pelajaran yang intinya adalah ilmu tuk menjadi manusia yang tulus dalam kebaikan

Berbagai bencana pun berhasil dilobi, ditunda, bahkan dipindahkan ke jepang yang harusnya menimpa seluruh jawa bagian selatan

Begitulah modus maiyah, menjadi rumah besar perlindungan generasi yang beneran mencintai Indonesia dan menjadi penyangga tetap tegaknya nusantara dari kehancuran alam

Karena itu pentingnya hadir secara fisik di forum maiyahan tiap bulan ya tuk dua hal tersebut

Jika soal diskusi ilmu, tentu bukan yang utama dalam konsep maiyah, kalo soal ilmu-ilmuan tentu itu wilayah embrionya maiyah yang sebelumnya bukan bernama maiyah tapi bernama universitas patang puluhan dan bernama majelis ilmu padhang mbulanan

Jika soal ilmu, tentu bisa didapat dengan baca artikelnya cak nun atau mendengarkan streamingan atau rekaman youtube, tapi bukan itu pentingnya konsep maiyah

Melainkan pentingnya tuk kehadiran secara fisik di maiyahan, meski gak mudeng dengan ilmu atau diskusi-diskusi yang mewarnai maiyahan tidaklah mengapa

Yang penting hadir di maiyahan adalah tuk bukti cinta negara ini (tidak menjadi generasi yang serakah) dan tuk ikut membantu cak nun menyangga nusantara
Load Comments

Subscribe Our Newsletter