Halaman

    Social Items


CahayaInformasi.com, Akhirnya Syahrini resmi dipersunting Reino Barack. Tidak seperti selebriti yang lebih memilih menikah di kampung halaman, kedua sejolini memilih untuk menyetujui hubungan di Jepang.

Menikah di luar negeri jadi pilihan bagi mereka yang menikah beda keyakinan. Syahrini membuat banyak calon mempelai yang terpikir untuk menerima hubungan di luar negeri.

Jika kamu termasuk salah satu, ada beberapa persyaratan dan tahapan yang perlu diketahui agar bisa menikah secara resmi di luar negeri. Berikut ini beberapa diuraikan.
1.      Surat Izin dari orang tua atau wali
2.      SKCK  yang dibuat Polres di wilayah tempat tinggal calon pengantin.
3.      Surat Pernyataan belum pernah menikah, dan bagi yang telah berstatus Janda atau Duda dapat melampirkan Surat Keterangan Belum Menikah Lagi. Surat harus bermaterai 6000, disetujui dengan salinan Akta Cerai, dan direversi.
4.      Surat dari RT / RW tempat Tinggal sesuai eKTP. Surat dari Lurah atau Kepala Desa, yaitu form N1, N2, dan N4. Sebagai Keterangan N1 adalah surat keterangan akan menikah, N2 surat keterangan asal-usul (nama pendapatan), N4 surat keterangan harta.
5.      Bagi calon pengantin, muslim harus ke KUA. KTP Membawa Fotokopi, Kartu Keluarga (KK) dan KTP koleksi, serta foto berlatar biru 46, 34, 23 masing-masing 3 lembar.
6.      Visa ke negara tujuan tempat menikah yang disetujui.
7.      Siapkan Paspor, Fotokopi KTP dan KK, serta akte lahir yang sudah diterjemahkan.
8.      Usai mengurus surat administrasi harus menikah di negara, jika calon pendamping Anda beragama Islam, bisa langsung menerima diri sendiri untuk mendapatkan Surat Keterangan Numpang Nikah. Jika calon pendamping Anda bukan Muslim, Anda dapat meminta izin kantor Catatan Sipil.
9.      Proses selanjutnya adalah datang ke kedutaan besar negara tujuan Anda akan menikah. Di sana, semua dokumen persyaratan untuk menikah di luar negeri akan disetujui.
10.  Jika sudah mendapat izin dari kedubes, maka kedepan pihak kedubes akan menghubungi pihak kedutaan di negara tujuan Anda akan menikah. Setelah itu, Anda tinggal persetujuan tempat Anda akan menikah di luar negeri dan melapor ke perwakilan Republik Indonesia (RI) di tempat tersebut.
11.  Usai resmi diterima di luar negeri, bukan berarti semua urusan administrasi sudah selesai. Berdasarkan pasal 37 ayat 1 UU No 12 Tahun 2016, pasangan WNI yang akan melakukan perkawinan di luar negeri harus mencatatkan pernikahannya pada penyelenggaraan di negara tempat berlangsungnya pernikahan.
12.  Jika tidak ada lembaga yang mengurusi pencatatan perkawinan, maka harus mewakili Indonesia di negara tersebut. Dalam waktu 1 tahun setelah menikah dan kembali ke Indonesia, surat bukti perkawinan harus antar ke Kantor Pencatatan Perkawinan di tempat tinggal.

13.  Saat melapor, pasangan suami istri harus membawa surat bukti pencatatan perkawinan atau akta perkawinan dari negara lokal, paspor Republik Indonesia, dan KTP suami istri yang berpenduduk Indonesia.
14.  Setelah menyetujui menerima persyaratan, Pejabat Konsuler akan dicatatkan dalam Daftar Perkawinan WNI. Selanjutnya bukti pencatatan perkawinan dari negara harus dibawa bersama dengan dokumen lain untuk dikirim pasangan suami istri ke Kantor Catatan Sipil setelah kembali ke Indonesia.
Setelah mengetahui semua persyaratannya, untuk Anda yang berencana menikah di luar negeri perlu sudah bayangan dan mulai siapkan segala sesuatunya dari sekarang.


Syarat - Syarat Menikah di Luar Negeri seperti Prinsces Syahrini


CahayaInformasi.com, Akhirnya Syahrini resmi dipersunting Reino Barack. Tidak seperti selebriti yang lebih memilih menikah di kampung halaman, kedua sejolini memilih untuk menyetujui hubungan di Jepang.

Menikah di luar negeri jadi pilihan bagi mereka yang menikah beda keyakinan. Syahrini membuat banyak calon mempelai yang terpikir untuk menerima hubungan di luar negeri.

Jika kamu termasuk salah satu, ada beberapa persyaratan dan tahapan yang perlu diketahui agar bisa menikah secara resmi di luar negeri. Berikut ini beberapa diuraikan.
1.      Surat Izin dari orang tua atau wali
2.      SKCK  yang dibuat Polres di wilayah tempat tinggal calon pengantin.
3.      Surat Pernyataan belum pernah menikah, dan bagi yang telah berstatus Janda atau Duda dapat melampirkan Surat Keterangan Belum Menikah Lagi. Surat harus bermaterai 6000, disetujui dengan salinan Akta Cerai, dan direversi.
4.      Surat dari RT / RW tempat Tinggal sesuai eKTP. Surat dari Lurah atau Kepala Desa, yaitu form N1, N2, dan N4. Sebagai Keterangan N1 adalah surat keterangan akan menikah, N2 surat keterangan asal-usul (nama pendapatan), N4 surat keterangan harta.
5.      Bagi calon pengantin, muslim harus ke KUA. KTP Membawa Fotokopi, Kartu Keluarga (KK) dan KTP koleksi, serta foto berlatar biru 46, 34, 23 masing-masing 3 lembar.
6.      Visa ke negara tujuan tempat menikah yang disetujui.
7.      Siapkan Paspor, Fotokopi KTP dan KK, serta akte lahir yang sudah diterjemahkan.
8.      Usai mengurus surat administrasi harus menikah di negara, jika calon pendamping Anda beragama Islam, bisa langsung menerima diri sendiri untuk mendapatkan Surat Keterangan Numpang Nikah. Jika calon pendamping Anda bukan Muslim, Anda dapat meminta izin kantor Catatan Sipil.
9.      Proses selanjutnya adalah datang ke kedutaan besar negara tujuan Anda akan menikah. Di sana, semua dokumen persyaratan untuk menikah di luar negeri akan disetujui.
10.  Jika sudah mendapat izin dari kedubes, maka kedepan pihak kedubes akan menghubungi pihak kedutaan di negara tujuan Anda akan menikah. Setelah itu, Anda tinggal persetujuan tempat Anda akan menikah di luar negeri dan melapor ke perwakilan Republik Indonesia (RI) di tempat tersebut.
11.  Usai resmi diterima di luar negeri, bukan berarti semua urusan administrasi sudah selesai. Berdasarkan pasal 37 ayat 1 UU No 12 Tahun 2016, pasangan WNI yang akan melakukan perkawinan di luar negeri harus mencatatkan pernikahannya pada penyelenggaraan di negara tempat berlangsungnya pernikahan.
12.  Jika tidak ada lembaga yang mengurusi pencatatan perkawinan, maka harus mewakili Indonesia di negara tersebut. Dalam waktu 1 tahun setelah menikah dan kembali ke Indonesia, surat bukti perkawinan harus antar ke Kantor Pencatatan Perkawinan di tempat tinggal.

13.  Saat melapor, pasangan suami istri harus membawa surat bukti pencatatan perkawinan atau akta perkawinan dari negara lokal, paspor Republik Indonesia, dan KTP suami istri yang berpenduduk Indonesia.
14.  Setelah menyetujui menerima persyaratan, Pejabat Konsuler akan dicatatkan dalam Daftar Perkawinan WNI. Selanjutnya bukti pencatatan perkawinan dari negara harus dibawa bersama dengan dokumen lain untuk dikirim pasangan suami istri ke Kantor Catatan Sipil setelah kembali ke Indonesia.
Setelah mengetahui semua persyaratannya, untuk Anda yang berencana menikah di luar negeri perlu sudah bayangan dan mulai siapkan segala sesuatunya dari sekarang.


Load Comments

Subscribe Our Newsletter